Cara Menetaskan Telur Ayam

HC Farm > Blog > artikel > Cara Menetaskan Telur Ayam

Kelebihan dan Kekurangan Ayam Petelur
Kelebihan dan Kekurangan Ayam Petelur

CARA MENETASKAN TELUR AYAM

Cara Menetaskan Telur Ayam – Mungkin masih ada yang salah dalam cara menetaskan telur ayam yang benar, mungkin kesalahan dalam menetaskan telur ini seingkali tidak sadar dilakukan oleh kita. Lantas, bagaimana cara menetaskan telur ayam yang benar? Nah sebelum kita membahas cara menetaskan telur ayam, alangkah lebih kita terlebih dahulu mengetahui hal-hal penting tentang telur yang akan kita tetaskan.

Cara Menetaskan Telur Ayam

Telur tetas
Telur tetas adalah telur yang didapat dari induk betina yang dipelihara bersama ayam pejantan dengan perbandingan tertentu.Telur tetas memiliki bagian-bagian atau struktur yang masing-masing bagian tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan embrio hingga bisa menetas. Agar telur dapat menetas dengan baik, sangat tergantung pada keadaan telur tetas dan penanganannya.

A. Struktur Telur
telur-struktur

Semua jenis telur unggas pada prinsipnya memiliki struktur yang sama. Ada enam bagian penting pada telur, yaitu kerabang telur (shell), selaput kerabang telur (shell membranes), putih telur (albumen), kuning telur (yo//c), tali kuning telur (chalazae), dan sel benih (germinal disc). Masing-masing bagian telur tersebut dapat dilihat dan diuraikan pada gambar berikut ini.

  1. Kerabang telur
    Bagian yang paling luar dan paling keras dari telur adalah Kerabang telur. Kerabang tersusun atas kalsium karbonat (CaC03). Kalsium ini memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber utama kalsium (Ca), yang befungsi sebagai pelindung mekanis terhadap embrio yang sedang berkembang, dan sebagai penjaga isi telur (penghalang masuknya mikroba). Rusaknya kerabang, seperti retak atau berlubang akan menyebabkan mikroba mudah masuk ke dalam telur sehingga telur menjadi busuk.

  2. Selaput kerabang telur
    Bagiang telur yang terletak di sebelah dalam kerabang telur adalah Selaput kerabang telur. Selaput ini terdiri dari dua lapisan, yaitu selaput kerabang dalam (berhubungan dengan albumen) dan selaput kerabang luar (berhubungan dengan kerabang). Terdapat suatu ruangan atau rongga yang disebut ruang udara atau rongga udara diantara selaput kerabang luar dan selaput kerabang dalam. Rongga udara yang terletak pada bagian ujung telur yang tumpul berfungsi sebagai tempat persediaan oksigen bagi pernapasan embrio.

  3. Putih telur
    Putih telur terletak diantara selaput telur dan kuning telur. Putih telur terdiri dari putih telur kental dan putih telur encer. Protein merupakan kandungan terbesar pada putih telur. Putih telur berfungsi sebagai tempat utama penyimpanan makanan dan air dalam telur yang akan digunakan secara sempurna selama penetasan.

  4. Kuning telur
    Bagian yang berbentuk bulat adalah kuning telur. Warnanya kuning hingga jingga, dan terletak di tengah-tengah telur. Kuning telur terbungkus selaput tipis yang disebut membran vitelin. Pada kuning telur inilah sel benih betina (blastoderm atau germinal dbc) terdapat yang sekaligus menjadi tempat embrio berkembang. Di samping itu, pada kuning telur banyak tersimpan zat-zat makanan yang sangat penting untuk membantu berkembangnya embrio. Kuning telur sebagian besar mengandung lemak.

  5. Tali kuning telur
    Bagian telur yang berbentuk seper­ti anyaman tali yang membatasi antara putih telur dengan kuning telur adalah Tali kuning telur. Tali kuning telur ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kuning telur agar tetap berada pada tempatnya. Fungsi lainnya adalah untuk melindungi kuning telur selama perkembangan em­brio.

  6. Sel benih
    Kalaza atau Sel benih adalah bagian telur yang berbentuk seperti bintik putih. Sel ini terdapat pada kuning telur. Apabila sel ini dibuahi oleh sel jantan, maka sel benih ini akan berkembang menjadi embrio yang nanti pada akhirnya akan tumbuh menjadi anak ayam.

B. Proses Pembuahan
Fertilisasi atau juga disebut sebagai Proses pembuahan yang merupakan pertemuan antara sel benih betina dan spermatozoa. Proses pembuahan pada ayam bisa terjadi melalui perkawinan buatan yang disebut IB (inseminasi buatan) atau perkawinan alam yang dilakukan melalui perkawinan jantan dan betina.

Spermatozoa bergerak menuju infundibulum lalu menembus membran vitelin untuk bertemu sel benih betina. Dari Hasil pertemuan tersebut terbentuklah calon embrio. Telur fertil atau sering disebut telur tetas adalah telur yang dihasilkan dari hasil pembuahan ini. Namun, bila tidak terbuahi maka telur tersebut disebut telur infertil atau lebih dikenal sebagai telur konsumsi.

Antara telur infertil dengan telur fertil terdapat perbedaan yang jelas apabila telur dipecahkan. Sel benih pada telur infertil tampak seperti bintik putih, sedangkan pada telur fertil tampak seperti ada bayang-bayang putih yang mengeliling bintik putih.

C. Keadaan Telur Tetas

Apabila kita membahas tentang keadaan telur tetas berarti kita membicarakan mengenai penampakan luar dari telur, baik menyangkut bentuk, kebersihan, ukuran, maupun umurnya.

  1. Bentuk telur tetas
    Telur tetas yang normal berbentuk bulat telur (oval).Telur yang berbentuk terlalu lonjong atau terlalu bulat adalah telur yang abnormal. Telur yang abnormal dapat mengakibatkan posisi embrio menjadi abnormal dan menyebabkan banyak telur yang tidak menetas.
  2. Bobot telur tetas
    Bobot atau berat telur tetas yang baik untuk ayam ras adalah 55-60 g dan untuk ayam kampung adalah 45-50 g. Apabalia Bobot telur tetas seragam maka akan menghasilkan anak ayam yang seragam. Namun, bila bobot telur tidak seragam, maka telur-telur tetas tersebut akan tidak serempak menetas.
  3. Besar telur tetas
    Sebaiknya besar telur tetas seragam. Besar telur tetas yang baik adalah yang memiliki indeks telur sekitar 74%. Angka ini didapat dari pembagian antara lebar dengan panjang telur dan dikalikan de­ngan 100%. Apabila Telur terlalu besar akan dapat menyebabkan kantung udara relatif terlalu kecil untuk umur embrio yang dapat menyebabkan telur akan lama atau terlambat menetas. Sebaliknya apabila telur terlalu kecil, kantung udaranya akan menjadi terlalu besar sehingga telur akan terlalu cepat (dini) menetas.
  4. Umur telur tetas
    Telur tetas yang paling baik untuk ditetaskan haruslah telur yang masih segar, yang berumur kurang dari 7 hari. Apabila telur terlalu lama disimpan akan dapat mengakibatkan matinya embrio pada hari ke-2 hingga hari ke-4 dan dapat membuat perkembangan telur tidak sempurna karena tidak dalam lingkungan yang sesuai. Maka sebaiknya telur tetas yang digunakan umurnya seragam. Apabila umur telur tetas terlalu beragam, telur tidak akan serempak menetas.
  5. Kebersihan telur tetas
    Telur-telur yang akan ditetaskan sebaiknya dalam keadaan bersih. Telur yang kotor dan terkontaminasi bakteri bisa menga­kibatkan telur membusuk dan meledak di dalam mesin tetas. Anda dapat melihat keber­sihan telur ini dari keadaan bagian luar kerabang telur.

Cara menggunakan mesin penetas telur ayam

Menetaskan telur ayam dengan menggunakan mesin tetas bertujuan agar lebih banyak telur yang ditetaskan dalam waktu singkat.

Mesin penetas memiliki kapasitas yang bermacam-macam, dan yang paling sedikit dapat memuat 50 butir telur; sedangkan yang paling banyak 400 butir telur. Untuk menetaskan telur dapat menggunakan mesin tetas dengan lampu minyak atau listrik .

Ada 4 poin yang harus diperhatikan dalam menetaskan telur ayam:

  1. Cara pemilihan telur yang baik
    Telur yang baik akan menentukan tingkat keberhasilan dalam penetasan, oleh karena itu kita harus mengetahui ciri-ciri telur yang baik untuk ditetaskan. Dalam menetaskan telur dengan menggunkan alat tetas, kita harus memilih telur yang benar-benar memiliki embrio didalamnya karena tidak semua telur memiliki embrio sehingga bisa ditetaskan. Telur yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: telur didapatkan dari induk jantan dan betina yang berumur kurang dari 12 bulan, tidak cacat (retak, kasar, cangkang lembek, kuning dobel, dll), tidak memiliki bau busuk, memliki berat normal 40-45gr/butir untuk telur ayam kampung, rongga udara terlihat jelas dan tidak berpindah-pindah.
  2. Persiapan mesin
    Untuk menggunakan mesin penetas, pastikan Anda sudah mengetahui tentang cara kerja serta cara mengoperasikannya. Apabila Anda memiliki mesin baru, lakukan test mesin terlebih dahulu sebelum benar-benar menggunakannya untuk menetaskan telur. Anda harus memastikan semua komponen pada mesin berjalan dengan baik seperti ketepatan thermostat, bekerjanya sumber pemanas serta pemutar otomatis telur (untuk mesin otomatis) dll. Tempatkan mesin ditempat yang tepat (tidak terkena sinar matahari secara langsung).
  3. Proses penetasan
    Dalam proses penetasan telur ayam dengan inkubator bisanya memerlukan waktu antara 21-22 hari dengan tahapan seperti berikut: Hari pertama : Pada pagi hari, masukkan telur yang sudah siap pada mesin dengan sudut sekitar 40°, bagian lancip dibawah dan bagian tumpul diatas dan tutup pintu rapat-rapat sampai dengan hari ke-2. Hari ke-3: Putar telur 3x sehari dipagi hari, siang dan sore (Jangan keluarkan telur dari mesin). Hari ke-4: Buka ventilasi ¼ bagian selama 15 menit untuk mendinginkan telur setelah itu balik telur. Hari ke-5: Buka ventilasi ½ bagian dan mulailah membalik telur. Hari ke-6: Buka ventilasi ¾ bagian dan balik telur. Hari ke-7: Balik telur dan buka ventilasi seluruhnya dan mulailah menyortir telur yang kosong. Hari ke 8 s.d 13: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-14: Balik telur dan sortir lagi bibit yang mati (Bibit yang mati akan terlihat cairan atau darah sedangkan yang hidup akan terlihat titik yang bercabang). Hari ke 15 s.d 17: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-18 : Balik telur dan pastikan mesin masih dalam keadaan tertutup. Hari ke-19 : Ketika telur mulai retak mulailah menambah kelembaban udara pada mesin tetas dengan cara menggantungkan kain basah disekitar telur (Jangan sampai menetesi pipa pengantar panas). Hari ke-20: Ketika telur sudah mulai menetas tutup kaca pengintai dengan kertas atau kain hitam. Hari ke-21 : Keluarkan bak air dan kain dari mesin karena telur sudah menetas. Hari ke-22 : Mulailah memindahkan anak ayam yang telah menetas ke tempat induk buatan.
  4. Perlakuan pasca tetas
    Setelah anak ayam menetas dan dikeluarkan dari mesin, seharusnya jangan langsung beri makan atau minum terlebih dahulu. Pada umumnya anak ayam dapat bertahan selama 2 hari tanpa diberi makan dan minum karena masih terdapat cadangan makanan didalam tubuhnya. Jika memang ingin memindahkan anak ayam, pastikan tempat tersebut benar-benar bersih dan sehat. Selanjutnya terserah Anda apakah mau dipisah dengan indukannya atau tidak. Tetapi untuk mencegah induk ayam agar tidak setres, sebaiknya Anda menyampurnya dengan indukannya tidak diforsir ada jeda waktu untuk “istirahat” pemulihan tenaga.

Terima kasih sudah mengunjungi website kami, semoga bermanfaat dan sukses selalu 🙂

TERNAK AYAM PETELUR – Kami bergerak di bidang pembesaran ayam petelur atau pullet dan pemasaran telur ayam. Dengan pelayanan yang baik selama pembesaran ayam untuk ayam petelur, kami telah berhasil membesarkan ayam petelur siap bertelur atau Pullet dengan sehat dan baik serta resiko kematian yang kecil dari keseluruhan populasi yang ada. Bergabung KLIK DISINI. Hubungi Kami di Tlp : 0813 3493 1175| Email : contact@company.com / info@company.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat