Penyebab Telur Ayam Tidak Menetas

HC Farm > Blog > artikel > Penyebab Telur Ayam Tidak Menetas

Penyebab Telur Ayam Tidak Menetas

Telur Ayam – Ketika seseorang berternak ayam sering memiliki masalah jika telur ayam tidak bisa menetas sampai pada waktunya. Terkadang terdapat telur yang sudah membusuk, telur kocak, atau pertumbuhan embrio ayam yang tidak sempurna. Untuk lebih detailnya, apa saja sih penyebab telur ayam tidak menetas?

Embrio Mati Pada Awal Penetasan.
Untuk mengetahui apakah embrio mati pada 7-14 hari awal penetasan atau tidak, dapat di ketahui dengan cara memegang telur tersebut, apabila di goyang dan terasa koclak, itu berarti telur tersebut fertil dan embrio mengalami kematian pada awal penetasan.

Biasanya ini terjadi karena di sebabkan oleh indukan yang kurang sehat, kurangnya nutrisi dalam makanan, indukan yang baru pertama bertelur, dan mati listrik selama lebih dari 6 jam.

Telur Kosong Pada Hari Ke 7.

Apabila peneropongan pada hari ke tujuh, telur masih bening dan tidak menunjukkan seperti ada jaring laba-laba, maka telur tersebut adalah telur yang tidak di buahi atau tidak fertil.

Berbeda dengan yang wiraternak sebutkan pada point pertama, telur kosong atau tidak fertil, tidak akan koclak ketika di goyang-goyang meskipun telur yang lain sudah menetas.

Usia ayam, peneluran periode pertama, kurangnya nutrisi, atau tidak di buahi pejantan adalah beberapa penyebab telur tidak di buahi.

Embrio Tidak Dapat Memecah Cangkang Telur

Embrio tidak dapat memecah cangkang telur, biasanya di
karenakan kurangnya kelembaban di dalam mesin tetas,yang menyebabkan cangkang telur menjadi lebih kering dan keras, sehingga tidak dapat dipecahkan oleh embrio tersebut.

Indikasi kurangnya kelembaban pada mesin tetas dapat di lihat dari bentuk cangkang telur dan dari bentuk embrio itu sendiri.
Cangkang telur terlihat lebih kering dan keras, kadar air dalam cangkang telur juga sangat sedikit, tubuh embrio cenderung menempel pada cangkang telur.

Rendahnya kelembaban dalam mesin tetas, menyebabkan cangkang telur menjadi lebih kering dan juga menyebabkan menempelnya tubuh embrio pada cangkang telur sehingga embrio tidak dapat memutar tubuhnya untuk memecah cangkang telur.
Pada kasus ini, ada embrio yang masih bertahan hidup, ada juga yang mengalami kematian di dalam telur.

Kelembaban terlalu tinggi

Berbeda dengan point nomer 3 yaitu Embrio Tidak Dapat Memecah Cangkang Telur karena rendahnya kelembaban.

Tingginya kelembaban udara dalam mesin tetas, juga dapat menyebabkan kegagalan pada proses penetasan. Tingginya kelembaban udara ini dapat kita lihat pada kondisi telur, dimana embrio mengalami kematian dengan kondisi telur di penuhi oleh air.

Dengan banyaknya kandungan air yang berada dalam telur, tentu akan menyebabkan embrio tersebut tenggelam kemudian mengalami kematian.

Telur Tertutup Lendir Cairan Dari Anak Ayam Lain

Pada beberapa kali penetasan yang wiraternak amati, model mesin tetas dengan rak penetasan dua tingkat lebih menghasilkan prosentase daya tetas yang tinggi.

Dengan menggunakan model mesin tetas manual satur rak, ketika telur lain sudah menetas terlebih dahulu, DOC tidak menginjak-injak telur yang belum menetas.
Telur yang belum menetas ini biasanya akan terkena cairan dari DOC yang baru menetas.
Cairan atau lendir ini kemudian mengering dan membuat cangkang telur menjadi lebih susah di pecahkan oleh embrio yang akan menetas.

Berbeda dengan menggunakan mesin tetas manual dua rak, rak pertama untuk menempatkan telur tetas, rak kedua untuk menampung DOC yang baru menetas. Jadi ketika DOC menetas, DOC akan terperosok masuk ke dalam rak penampungan DOC, hal ini mengantisipasi di injak-injaknya telur yang belum menetas oleh DOC yang baru menetas.

Selain tertutupnya cangkang telur oleh lendir dari DOC yang baru menetas, kurangnya menjaga kebersihan tangan ketika membalik telur juga menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam penetasan telur.

Usahakan tangan dalam keadaan bersih ketika akan membalik telur. Ketika kotoran dari tangan menempel pada cangkang telur, hal ini akan menutupi pori-pori yang ada pada cangkang telur.
Tertutupnya pori-pori ini akan menyebabkan kurangnya asupan oksigen yang di butuhkan oleh embrio yang ada di dalam telur.

Kegagalan penetasan pada point ini dapat kita lihat pada cangkang telur yang memiliki noda kekuningan. Atau noda minyak pada cangkang telur yang tidak dapat di pecahkan oleh embrio.

TERNAK AYAM PETELUR – Kami bergerak di bidang pembesaran ayam petelur atau pullet dan pemasaran telur ayam. Dengan pelayanan yang baik selama pembesaran ayam untuk ayam petelur, kami telah berhasil membesarkan ayam petelur siap bertelur atau Pullet dengan sehat dan baik serta resiko kematian yang kecil dari keseluruhan populasi yang ada. Bergabung KLIK DISINI. Hubungi Kami di Tlp : 0813 3493 1175| Email : contact@company.com / info@company.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat